This is my Olympiad story… Part II

Singkat cerita, saya ikut OSK kimia di kelas X bersama kakak kelas saya Hizkia dan teman sekelas saya Michael Patrick (biasa dipanggil MP). Secara mengejutkan, kami bertiga lolos ke tingkat provinsi! Kami kemudian lanjut bersaing di OSP yang waktu itu diadakan di Hotel Aziza, Surakarta. Waktu itu, saya lolos sebagai ‘peringkat 50’, di mana peringkat 1 – 35 diisi oleh juara tiap kota/kabupaten dan selanjutnya diranking secara urut di provinsi Jawa Tengah.

Dengan posisi ini, tentu peluang saya lolos ke tingkat nasional masih dipertanyakan sekali dong. Namun, saya bersyukur bertemu Bu Pris yang selalu menguatkan kami dengan mengajak berdoa dan puasa untuk menyerahkan semua perkara ke tangan Tuhan sendiri. Saat itu, saya merasa lolos ke OSN hal yang mendekati mustahil, apalagi saya masih kelas X dan pengetahuan yang terbatas sekali.

Saat itu, saya merasa lolos ke OSN adalah hal yang mendekati mustahil.

OSP bidang Kimia dilaksanakan pada 22 Maret 2016 di Solo. Kami check-in sehari sebelumnya pada tanggal 21. Saya di sana bertemu kawan-kawan lama yang masih berjuang di bidang matematika. Melihat mereka yang masih bertahan dan sukses di matematika sedikit banyak tentu membuat saya minder.

Waktu saya masih kelas X dulu, salah satu sub-bidang kimia di mana saya paling nggak bisa yaitu kimia organik. Waktu itu, basic kimia organik saya hampir 0 besar, saya tidak tahu apa itu mekanisme reaksi, dan hanya menghafal reaksi-reaksi organik sederhana. Dulu saya belum pernah baca buku organik manapun, jangankan Clayden, Fessenden saja belum. Sekarang sih, mungkin beberapa dari kalian tahu kalau saya sudah 180 derajat berbeda dengan kimia organik sebagai favorit saya hehe.

Tuhan sanggup mengubah

Tuhan menunjukkan mukjizatnya di soal OSP waktu itu. Bagian yang paling saya takuti di OSP, yaitu kimia organik, hanya keluar 1 soal di uraian dan topiknya adalah ozonolisis. Puji Tuhan, saya bisa mengerjakan karena soal tersebut dengan yakin karena saya tahu ozonolisis, nggak ada pertanyaan tentang mekanisme, dan soalnya lebih ke arah “puzzle” yang mengandalkan logika. Tuhan sanggup mengubah apa yang kita takuti menjadi sumber kekuatan kita.

Setelah lomba, kami pulang dan saatnya menunggu pengumuman. Saya sangat menanti-nantikan hari pengumuman OSP saat itu, sekitar bulan April 2016. Dan untuk pertama kalinya seumur hidup saya… Saya lolos ke OSN. Saya jadi siswa pertama di SMA saya yang berhasil lolos ke tingkat Nasional.

Satu ayat yang cocok menggambarkan situasi saat itu:

Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Lukas 1:37 – LAI Terjemahan Baru

Di mata saya hingga saat ini ketika saya melihat lagi ke belakang, lolosnya saya di kelas X murni semata-mata karena kebaikan Tuhan. Sampai saat ini saya masih merasa saya belum layak untuk lolos saat itu, tapi ternyata Tuhan mampukan saya. Bagi kalian yang masih berjuang, jangan lupa untuk terus andalkan Tuhan dalam hidup kalian!!

Berlanjut ke Part III…

Leave a Reply